
Pemerintah Kota Semarang mempercepat pengembangan kawasan strategis ekonomi melalui infrastruktur penanganan banjir dan rob yang terintegrasi.Pemerintah Kota Semarang mempercepat pengembangan kawasan strategis ekonomi melalui infrastruktur penanganan banjir dan rob yang terintegrasi. Langkah ini merujuk pada RPJMD tahun 2025-2029 untuk membangun fondasi ekonomi baru. Selain itu, pemerintah berkomitmen mengawal sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) selama lima tahun ke depan.
Penanganan Banjir
Penanganan banjir dan rob merupakan prioritas utama Pemerintah Kota Semarang yang dilaksanakan secara terintegrasi dari aliran hulu sampai hilir dengan memadukan pendekatan teknis dan ekologis berdasarkan pada prinsip ekohidrologi. Sistem dan sub-sistem drainase telah terbangun cukup baik dan telah dapat menurunkan banjir dan rob di Kota Semarang.
Selanjutnya, prioritas penanganan banjir dan rob akan diprioritaskan pada wilayah Semarang Bagian Timur. Pemerintah Kota Semarang menyadari bahwa penanganan banjir di wilayah Kota Semarang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, pemerintah menjalin sinergi pendanaan dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat selain menggunakan APBD. Hasilnya, Kota Semarang kini resmi bergabung dalam program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Program internasional hasil kerja sama dengan Bank Dunia (World Bank) melalui Kementerian Pekerjaan Umum bertujuan memperkuat daya tahan kota terhadap bencana air.
Target Lokasi dan Jadwal Pengerjaan
Meskipun sistem drainase yang sudah dibuat saat ini menunjukkan hasil positif dalam menurunkan titik banjir, Pemerintah Kota Semarang tetap berupaya untuk memberikan perhatian khusus pada wilayah Semarang Bagian Timur. Selanjutnya, proyek NUFReP akan menyasar beberapa titik vital dengan jadwal pelaksanaan sebagai berikut:
- Tahun 2025: Menormalisasi Sungai Tenggang, Sungai Sringin, serta melakukan optimalisasi Sub-sistem Tenggang-Sodor.
- Tahun 2027: Menormalisasi Sungai Semarang, Sungai Asin, Sungai Baru, dan Sungai Silandak.
Pemerintah juga meningkatkan kapasitas pompa air secara signifikan. Di samping itu, pembangunan kolam retensi dan embung akan membantu menampung debit air hujan yang tinggi.
Penanganan di Sektor Hulu
Agar penanganan hilir berjalan maksimal, pemerintah menginisiasi langkah preventif di sektor hulu. Strategi ini bertujuan mengurangi limpasan air (run-off) ke pemukiman penduduk. Oleh karena itu, pemerintah menjalankan tiga aksi nyata:
- Menghijauan kembali wilayah hulu untuk memperbaiki ekosistem.
- Menggalakkan program 1000 biopori sebagi resapan air alami.
- Menegakkan aturan Zero Delta Q di kawasan resapan air.
Pada akhirnya, perpaduan teknologi dan ekohidrologi ini akan menciptakan Semarang yang lebih tangguh. Melalui transparansi ini, masyarakat dapat mendukung jalannya proyek demi kenyamanan bersama.
Untuk mendapatkan detail rincian proyek dan dokumen pendukung lainnya terkait rencana pembangunan ini, silakan akses informasi selengkapnya melalui Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2025-2029
Update: Realisasi Capaian Infrastruktur dan Lingkungan Tahun 2025
Pemerintah Kota Semarang telah mewujudkan sejumlah komitmen nyata sepanjang tahun 2025. Langkah ini menjadi bukti transparansi dalam menanggulangi banjir serta mengelola lingkungan kota secara berkelanjutan. Berikut adalah rincian capaian yang telah berhasil dikerjakan:
Infrastruktur Penanganan Banjir dan Rob
- Pemerintah telah memperkuat sistem drainase melalui penggantian pompa di Stasiun Pompa Sringin dengan kapasitas 5×2000 lps. Sementara itu, petugas telah memasang 5 unit pompa baru berkapasitas 6×2000 lps di Stasiun Pompa Tenggang. Hingga akhir Desember 2025, realisasi konstruksi fisik di lokasi tersebut telah mencapai angka 13,866%.
- Selain itu, pembangunan fisik juga menyasar Saluran Sungai Tenggang, Saluran Sodor, serta wilayah Muktiharjo. Pemerintah pun telah mengaktifkan pompa di tiga lokasi kunci, yakni Pompa Muktiharjo, Pompa Kandang Kebo, dan Pompa Pasar Waru untuk mempercepat pembuangan air.
- Di wilayah Semarang Barat, pemerintah telah menuntaskan perbaikan saluran di Mangkang Kulon. Kemudian, tim teknis juga telah menyelesaikan peningkatan talud di Sungai Langgar Mangunharjo untuk melindungi pemukiman warga.
- Pemerintah Kota Semarang juga meningkatkan Kapasitas pompa di Stasiun Pompa Tawangmas untuk mempercepat pembuangan air di wilayah terdampak.
- Selanjutnya, pemerintah telah merampungkan studi desain (Review FS dan DED) untuk normalisasi sungai-sungai besar. Fokus perencanaan ini mencakup Sungai Baru, Sungai Semarang, Sungai Asin, Sungai Silandak, hingga Sungai Babon.
Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Kota
- Pemerintah mencatat pertumbuhan positif pada sektor ekonomi sirkular melalui penambahan 193 unit Bank Sampah baru. Saat ini, total Bank Sampah di Kota Semarang telah mencapai 857 unit dan berhasil mengelola sampah sebanyak 1.705,70 ton per tahun.
- Ibu-ibu PKK juga mengambil peran aktif dengan mengelola 1.080 ton sampah sepanjang Agustus hingga November 2025. Selain itu, pemerintah telah menambah 4 unit TPS3R di lokasi Sembungharjo, Kudu, Bangetayu Wetan, dan Ngaliyan.
- Untuk menekan limbah plastik, pemerintah kini memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan bakar alternatif bernama Petasol. Inovasi ini memiliki payung hukum melalui Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2025.
- Sementara di lingkungan birokrasi, sebanyak 707 ASN telah aktif menjalankan gerakan “ASN Wegah Nyampah” melalui aplikasi khusus.
Penghargaan dan Sektor Hulu
- Kota Semarang meraih tiga penghargaan bergengsi dari KLH atas keberhasilan Program Kampung Iklim (ProKlim). Penghargaan tersebut meliputi apresiasi untuk Wali Kota Semarang serta kategori khusus bagi wilayah Sambiroto dan Mangunsari.
- Di sektor hilir, pengelola TPA Jatibarang telah memperkuat akses jalan dan talud yang sebelumnya mengalami kerusakan. Petugas juga telah membangun tiga titik sumur monitoring untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga.
Rencana strategis yang sudah mulai terealisasi ini menjadi fondasi kuat bagi Pemerintah Kota Semarang untuk melanjutkan proyek yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.
