
Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menanggapi urgensi pencapaian SDGs nomor 2 demi mengakhiri kelaparan dan segala bentuk malnutrisi. Oleh karena itu, di tengah tantangan krisis iklim yang mengancam sumber daya alam, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmen nyata dalam hal meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
Selain itu, langkah strategis ini menjadi bagian penting dalam penyusunan FAO Global Roadmap guna menjaga ambang batas suhu bumi. Maka dari itu, berikut adalah 11 rencana aksi komprehensif yang menjadi prioritas pemerintah untuk memperkuat sistem pertanian dan mengelola sumber daya alam kita secara berkelanjutan:
Pengelolaan Tanah dan Air yang Berkelanjutan
Pemerintah Kota Semarang menyadari bahwa tanah dan air adalah fondasi utama pertanian. Oleh sebab itu, kami meningkatkan tata kelola yang efisien melalui langkah berikut:

- Mengintegrasikan Jaringan Irigasi: Pemerintah Kota Semarang berupaya menyambungkan jaringan irigasi primer, sekunder, hingga tersier di seluruh wilayah produktif. Selain itu, langkah ini juga menjangkau area yang masuk dalam rencana perluasan lahan pertanian baru.
- Menyediakan Tanah Sehat: Dengan cara mendukung keanekaragaman hayati dengan cara menyalurkan pupuk organik yang berkualitas. Selanjutnya, pemerintah mengirimkan pupuk ini secara rutin kepada Kelompok Tani (KT) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Semarang.
- Menjalankan Pertanian Regeneratif: Saat ini, petani mulai menerapkan teknik tani yang mampu memulihkan kembali kualitas lahan. Tentunya, praktik ini menyasar seluruh komoditas pangan pokok maupun tanaman hortikultura.
- Menyusun Kebijakan Lahan Inklusif: Pemerintah Kota Semarang merancang aturan penggunaan lahan yang lebih terbuka bagi aktivitas pertanian. Hal ini bertujuan, supaua masyarakat memiliki payung hukum yang jelas ketika memanfaatkan lahan perkotaan.
Optimalisasi Tanaman Pangan dan Hortikultura
Selanjutnya, untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, Pemerintah Kota Semarang mendorong efisiensi melalui strategi berikut:
- Menyatukan Sektor Pertanian: Pemerintah Kota Semarang berupaya menggabungkan sektor pertanian dengan peternakan dan perikanan dalam satu kawasan. Dengan demikian, sinergi ini menciptakan ekosistem produksi yang lebih kuat serta saling menguntungkan.
- Menerapkan Ekonomi Sirkular: Pemerintah Kota Semarang mengelola seluruh proses pertanian agar meminimalkan limbah produksi. Sebagai hasilnya, petani mengolah kembali sisa panen menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi.
- Memperkuat Inovasi Teknologi: Dengan cara mempercepat riset pemuliaan tanaman dan rekayasa genetika. Di samping itu, petani juga mengubah pola tanam serta menggunakan manajemen nutrisi yang lebih presisi.
Transformasi Sektor Peternakan
Pemerintah Kota Semarang fokus untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi emisi dengan cara:
- Mengejar Produktivitas Tinggi: Dengan cara mengembangkan kualitas genetik ternak secara konsisten. Tujuannya adalah agar menghasilkan komoditas ternak unggul yang lebih tahan terhadap serangan penyakit.
- Mengintensifkan Produksi: Pemerintah Kota Semarang meningkatkan kualitas pakan ternak guna menjamin pertumbuhan hewan yang optimal. Sehingga, perbaikan nutrisi ini menjadi kunci utama dalam meningkatkan hasil produksi daging dan susu.
- Memperkuat Layanan Veteriner: Meperketat pengawasan penyakit hewan dengan menyediakan klinik hewan yang modern. Terlebih lagi, fasilitas ini mengusung peralatan medis lengkap demi menjamin kesehatan ternak milik warga.
- Menata Zona Penggembalaan: Pemerintah Kota Semarang mengatur pembagian zona penggembalaan (grazing zone) secara lebih tertib. Pada akhirnya, penataan ini menjaga keseimbangan lingkungan agar lahan tidak mengalami kerusakan akibat penggembalaan liar.
- Menjamin Sertifikasi Halal: Dengan cara memastikan kualitas produk ternak melalui proses pemeriksaan kesehatan yang ketat. Selain itu, pemerintah memprioritaskan standar halal untuk memberikan ketenangan bagi seluruh konsumen.
Penguatan Sektor Perikanan (Akuakultur dan Tangkap)
Dalam mendukung pilar ekonomi biru, Pemerintah Kota Semarang menjalankan langkah-langkah berikut:

- Melestarikan Kawasan Pesisir: Pemerintah Kota Semrang terus menjalankan restorasi hutan mangrove untuk menjaga produktivitas perikanan jangka panjang. Secara otomatis, langkah ini menambah luasan kawasan lindung sekaligus memperkuat biodiversitas laut.
- Mendorong Sertifikasi CBIB: Pemerintah Kota Semarang mengajak pembudidaya ikan untuk menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Melalui sertifikasi resmi, produk perikanan Semarang akan tampil lebih kompetitif di pasar luas.
- Menjamin Perlindungan Sosial: Nelayan dan pelaku usaha perikanan kini mendapatkan akses perlindungan sosial yang lebih inklusif. Pemerintah Kota Semarang juga memberikan kemudahan akses permodalan agar usaha masyarakat terus berkembang.
- Menciptakan Inovasi Teknologi: Dengan cara memperkenalkan teknologi penangkapan dan budidaya yang berkelanjutan secara masif. Inovasi ini membantu nelayan bekerja lebih efisien tanpa merusak ekosistem air.
Penataan Tata Guna Lahan
Pemerintah Kota Semarang berupaya untuk melakukan pemetaan ulang dalam melindungi ekosistem alami dari ancaman alih fungsi lahan. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik kota dengan kelestarian lingkungan hijau.
Akses Pangan Sehat dan Bergizi
Guna mendorong pola konsumsi masyarakat yang berkelanjutan, berikut ini program yang akan dilaksanakan:
- Menggelar Kampanye Edukasi: Pemerintah Kota Semarang menyosialisasikan gerakan Isi Piringku secara intensif di sekolah-sekolah dan kelompok remaja. Selain itu, kader Posyandu dan PKK turut mengedukasi masyarakat mengenai gizi seimbang.
- Menampilkan Informasi Transparan: Pemerintah Kota Semarang memberikan edukasi mengenai standar pelabelan pangan agar masyarakat lebih teliti dalam membeli produk. Informasi ini membantu warga menentukan pola makan yang sehat bagi keluarga.
- Mempromosikan Pangan Lokal: Masyarakat diajak untuk kembali meningkatkan konsumsi bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar mereka. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan warga pada produk pangan impor.
- Menyalurkan Subsidi Pangan: Dengan memberikan subsidi pangan khusus untuk mendukung pengentasan kerawanan pangan (POU). Program ini menyasar kelompok masyarakat rentan agar mereka tetap memperoleh nutrisi yang cukup.
- Mengembangkan Teknologi Pengolahan: Berupaya untuk memfokuskan teknologi untuk mengurangi konsumsi makanan ultra-proses. Sebagai gantinya, pemerintah menerapkan metode fortifikasi untuk menambah nilai gizi pada bahan pangan pokok.
Minimalkan Kehilangan Pangan (Food Loss & Waste)
Pemerintah Kota Semarang berupaya mengurangi kerugian di seluruh rantai nilai pangan melalui cara:
- Mengubah Perilaku Konsumsi: Pemerintah Kota Semarang mengajak warga mengonsumsi pangan secara bertanggung jawab melalui kampanye Garang Asem. Gerakan ini mendorong perubahan gaya hidup agar masyarakat tidak membuang-buang makanan.
- Memperbaiki Jalur Distribusi: Meningkatkan sistem pasca-panen guna menjamin bahan pangan tetap segar hingga ke tangan pembeli. Pemerintah mengawasi proses distribusi secara ketat untuk mencegah kerusakan barang di perjalanan.
- Menjalankan Ekonomi Sirkular: Menerapkan praktik ekonomi sirkular untuk mengolah sisa pangan menjadi material bermanfaat lainnya. Dengan begitu, masyarakat dapat menekan sampah makanan hingga level terendah.
Transisi Energi Bersih
Memprioritaskan efisiensi penggunaan energi dalam seluruh sistem agrifood. Melalui sistem siklus tertutup (close loop system), unit produksi pangan primer kini mampu menghemat energi secara lebih signifikan.
Kebijakan yang Inklusif
Menyusun payung hukum yang kuat untuk melindungi kelompok masyarakat paling rentan. Kebijakan ini menjamin bahwa setiap warga memiliki hak dan akses yang sama terhadap sumber pangan kota.
Penguatan Data dan Informasi
Memperkuat basis data pangan agar informasi yang tersedia menjadi lebih akurat dan transparan. Data yang valid ini menjadi rujukan utama pemerintah dalam setiap pengambilan kebijakan strategis daerah.
Pembangunan Sarana dan Prasarana Pendukung
Merehabilitasi berbagai daerah irigasi yang telah tersedia secara rutin. Selain itu, mempercepat pembangunan embung-embung baru untuk mendukung ketersediaan air bagi sektor pertanian tanaman pangan.
Seluruh rencana aksi ini menjadi bukti keseriusan dalam membawa Kota Semarang menjadi kota yang mandiri pangan. Untuk mendapatkan detail rincian proyek dan dokumen pendukung lainnya terkait rencana pembangunan ini, silakan akses informasi selengkapnya melalui Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2025-2029
