BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah 3–7 Maret 2026

Published On: 4th Maret, 2026Categories: Berita Kota Semarang, Informasi Serta Merta, Kebencanaan1.8 min readViews: 987

JIKA MENGALAMI KONDISI DARURAT SEGERA HUBUNGI

CALL CENTER 112

(GRATIS, tanpa kode area)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah pada 3–7 Maret 2026.

BMKG mencatat perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan dan angin kencang di sebagian besar wilayah Jawa Tengah selama periode tersebut. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Analisis Dinamika Atmosfer

Berdasarkan analisis terkini, BMKG mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi cuaca di Jawa Tengah.

  • Menguatnya Monsun Asia yang memicu pertumbuhan awan konvektif lebih cepat dan intens.

  • Terpantau bibit Siklon 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat.

  • Adanya belokan dan pertemuan angin di wilayah Jawa Tengah yang meningkatkan pembentukan awan hujan.

  • Gelombang ekuatorial Kelvin yang diprediksi melintasi wilayah Jawa dalam beberapa hari ke depan.

  • Kondisi kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai ketinggian.

  • Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif skala lokal.

Wilayah Berpotensi Terdampak

BMKG memprakirakan hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai angin kencang dapat terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Wilayah tersebut meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan (kabupaten/kota), Batang, Kendal, Kabupaten/Kota Semarang, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Magelang (kabupaten/kota), Salatiga, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Surakarta, Grobogan, Demak, Kudus, Pati, dan Jepara.

Namun demikian, BMKG akan terus memperbarui informasi apabila terjadi perubahan dinamika atmosfer dalam beberapa hari ke depan.

Imbauan kepada Masyarakat

Menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada tanpa perlu panik. Secara khusus, masyarakat perlu mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Untuk itu, masyarakat sebaiknya:

  • Menghindari bantaran sungai serta wilayah rawan longsor.

  • Membatasi aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi.

  • Menjauhi tempat terbuka, pohon besar, baliho, dan tiang listrik yang berpotensi roboh.

Jika mengalami kondisi gawat darurat, segera menghubungi CALL CENTER 112 (gratis, tanpa kode area, tersedia 24 jam)

Sebagai tambahan, masyarakat dapat mengakses informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG di website https://stamet-ahmadyani.bmkg.go.id/, media sosial @bmkgahmadyani, serta aplikasi Info BMKG.

Sumber : BMKG Ahmad Yani

diupdate tanggal : 4 Maret 2026