Rencana Induk Drainase Kota Semarang Tahun 2011-2031

Published On: 12th Januari, 2026Categories: Berita Kota Semarang2 min readViews: 202
drainase kota semarang

Sebagai kota pesisir dengan perkembangan wilayah yang terus meningkat, Kota Semarang menghadapi tantangan banjir, genangan air, dan rob. Selain itu, kondisi topografi yang beragam mulai dari perbukitan hingga kawasan pantai serta alih fungsi lahan yang semakin masif, secara langsung mengurangi daya resap air dan menambah beban sistem drainase perkotaan.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Semarang menetapkan Rencana Induk Sistem Drainase Kota Semarang Tahun 2011–2031 melalui Peraturan Daerah. Dokumen ini berfungsi sebagai pedoman utama dalam perencanaan dan pengelolaan drainase secara menyeluruh, terarah, terpadu, dan berkelanjutan guna menjawab kebutuhan masyarakat akan lingkungan yang aman dan nyaman.

Tujuan Utama Rencana Induk Drainase

Dalam rangka mewujudkan sistem drainase yang andal, Rencana Induk ini disusun untuk:
  1. Mengurangi risiko banjir, genangan, dan rob di berbagai wilayah Kota Semarang.
  2. Mengendalikan daya rusak air yang berpotensi merugikan masyarakat dan lingkungan.
  3. Mendorong konservasi sumber daya air secara berkelanjutan.
  4. Mewujudkan tata bangunan dan lingkungan yang tertib serta ramah lingkungan.
  5. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sistem drainase yang andal.
  6. Sekaligus menjadi acuan penyusunan RPJMD dan RKPD Kota Semarang.

Cakupan Wilayah dan Perencanaan

Rencana Induk Sistem Drainase mencakup seluruh wilayah administratif Kota Semarang yang terdiri dari 16 kecamatan. Dalam pelaksanaannya, perencanaan mengacu pada kajian hidrologi, data curah hujan, kondisi topografi, jenis tanah, serta kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Secara garis besar, sistem drainase Kota Semarang terbagi ke dalam empat wilayah utama, yaitu:

  1. Wilayah Mangkang
  2. Wilayah Semarang Barat
  3. Wilayah Semarang Tengah
  4. Wilayah Semarang Timur

Selanjutnya, setiap wilayah dirancang dengan pendekatan yang menyesuaikan karakteristik kawasan serta potensi permasalahan air yang dihadapi.

Bentuk Penanganan dan Infrastruktur

Untuk mendukung sistem drainase yang efektif, Pemerintah Kota Semarang merencanakan dan mengembangkan berbagai infrastruktur pendukung, antara lain:
  1. Bendungan dan embung sebagai pengendali debit air.
  2. Sistem polder dan kolam retensi untuk menampung limpasan air hujan.
  3. Stasiun pompa dan tanggul guna melindungi kawasan rawan banjir dan rob.
  4. Sumur resapan dan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari upaya konservasi air.
  5. Pengerukan sungai serta pemeliharaan saluran secara berkala.

Komitmen Pemerintah Kota Semarang

Melalui Rencana Induk Sistem Drainase ini, Pemerintah Kota Semarang menunjukkan komitmen dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara pembangunan kota dan kelestarian lingkungan. Dengan perencanaan drainase yang terintegrasi, Kota Semarang diharapkan semakin tangguh terhadap bencana air serta mampu mendukung pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Selanjutnya, masyarakat dapat mempelajari Rencana Induk Sistem Drainase Kota Semarang Tahun 2011–2031 yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2014.