Semarang Bebas Banjir dan Rob: Proyek Strategis Penanganan Banjir Terintegrasi di Kota Semarang

Published On: 20th Januari, 2026Categories: Dokumen Perencanaan2.1 min readViews: 262

Pemerintah Kota Semarang mempercepat pengembangan kawasan strategis ekonomi melalui infrastruktur penanganan banjir dan rob yang terintegrasi.Pemerintah Kota Semarang mempercepat pengembangan kawasan strategis ekonomi melalui infrastruktur penanganan banjir dan rob yang terintegrasi. Langkah ini merujuk pada RPJMD tahun 2025-2029 untuk membangun fondasi ekonomi baru. Selain itu, pemerintah berkomitmen mengawal sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) selama lima tahun ke depan.

Penanganan Banjir

Penanganan banjir dan rob merupakan prioritas utama Pemerintah Kota Semarang yang dilaksanakan secara terintegrasi dari aliran hulu sampai hilir dengan memadukan pendekatan teknis dan ekologis berdasarkan pada prinsip ekohidrologi. Sistem dan sub-sistem drainase telah terbangun cukup baik dan telah dapat menurunkan banjir dan rob di Kota Semarang.

Selanjutnya, prioritas penanganan banjir dan rob akan diprioritaskan pada wilayah Semarang Bagian Timur. Pemerintah Kota Semarang menyadari bahwa penanganan banjir di wilayah Kota Semarang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, pemerintah menjalin sinergi pendanaan dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat selain menggunakan APBD. Hasilnya, Kota Semarang kini resmi bergabung dalam program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Program internasional hasil kerja sama dengan Bank Dunia (World Bank) melalui Kementerian Pekerjaan Umum bertujuan memperkuat daya tahan kota terhadap bencana air.

Target Lokasi dan Jadwal Pengerjaan

Meskipun sistem drainase yang sudah dibuat saat ini menunjukkan hasil positif dalam menurunkan titik banjir, Pemerintah Kota Semarang tetap berupaya untuk memberikan perhatian khusus pada wilayah Semarang Bagian Timur. Selanjutnya, proyek NUFReP akan menyasar beberapa titik vital dengan jadwal pelaksanaan sebagai berikut:

  1. Tahun 2025: Menormalisasi Sungai Tenggang, Sungai Sringin, serta melakukan optimalisasi Sub-sistem Tenggang-Sodor.
  2. Tahun 2027: Menormalisasi Sungai Semarang, Sungai Asin, Sungai Baru, dan Sungai Silandak.

Pemerintah juga meningkatkan kapasitas pompa air secara signifikan. Di samping itu, pembangunan kolam retensi dan embung akan membantu menampung debit air hujan yang tinggi.

Penanganan di Sektor Hulu

Agar penanganan hilir berjalan maksimal, pemerintah menginisiasi langkah preventif di sektor hulu. Strategi ini bertujuan mengurangi limpasan air (run-off) ke pemukiman penduduk. Oleh karena itu, pemerintah menjalankan tiga aksi nyata:

  1. Menghijauan kembali wilayah hulu untuk memperbaiki ekosistem.
  2. Menggalakkan program 1000 biopori sebagi resapan air alami.
  3. Menegakkan aturan Zero Delta Q di kawasan resapan air.

Pada akhirnya, perpaduan teknologi dan ekohidrologi ini akan menciptakan Semarang yang lebih tangguh. Melalui transparansi ini, masyarakat dapat mendukung jalannya proyek demi kenyamanan bersama.

Untuk mendapatkan detail rincian proyek dan dokumen pendukung lainnya terkait rencana pembangunan ini, silakan akses informasi selengkapnya melalui Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2025-2029