Statistik Kota Semarang Terkait Penduduk dan Ketenagakerjaan

Published On: 12th Maret, 2026Categories: Berita Kota Semarang, Statistik1.5 min readViews: 15
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN_opt_001
Daftar Isi Halaman
Share Post

Dinamika Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kota Semarang 2025: Potret Pertumbuhan dan Tantangan Ekonomi

Pemerintah dan para pemangku kepentingan menjadikan pertumbuhan dan dinamika penduduk sebagai indikator penting dalam mengukur denyut nadi pembangunan kota. Di Kota Semarang, potret kependudukan dan ketenagakerjaan pada tahun 2025 menunjukkan tren progresif yang merefleksikan pergerakan ekonomi dan sosial warganya. Dengan penduduk yang kini melampaui 1,7 juta jiwa, Kota Semarang menghadapi tantangan sekaligus membuka peluang pembangunan yang lebar, terutama dalam memeratakan dan menciptakan lapangan kerja. Pemerintah menjadikan pemahaman mendalam terkait data demografi dan status ketenagakerjaan ini sebagai fondasi krusial untuk merancang kebijakan pelindungan tenaga kerja serta memperluas ekonomi di masa depan.

Ringkasan Data Kependudukan dan Ketenagakerjaan 2025

Dokumen tersebut memaparkan profil demografi dan kondisi tenaga kerja Kota Semarang dengan temuan utama sebagai berikut:

  • Total Populasi: BPS memproyeksikan penduduk Kota Semarang pada tahun 2025 mencapai 1.722.421 jiwa dan mencatatkan rasio jenis kelamin sebesar 97,80 (kelompok perempuan melebihi jumlah penduduk laki-laki) .
  • Pertumbuhan dan Kepadatan: Kota Semarang mencatatkan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 0,86% per tahun (2020-2025). Penduduk mendiami kota ini dengan kepadatan rata-rata 4.608 jiwa/km². Kecamatan Semarang Timur menduduki posisi sebagai kawasan terpadat (12.266 jiwa/km²), sedangkan Kecamatan Tugu menjadi kawasan paling lengang (1.222 jiwa/km²).
  • Struktur Ketenagakerjaan: Kelompok Angkatan Kerja menyerap 994.994 jiwa dari total penduduk usia kerja. Kota ini mencatatkan Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) yang cukup tinggi, yakni mencapai 94,35% (938.766 jiwa aktif bekerja).
  • Profil Pengangguran: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menyentuh angka 5,65% (56.228 jiwa). Penduduk lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) mendominasi kelompok pengangguran ini, yakni mencapai 46,84% dari total pengangguran.
  • Status dan Sektor Pekerjaan: Status buruh/karyawan/pegawai mendominasi angkatan kerja yang terserap (61,36%), menyusul pekerja yang berusaha sendiri (20,45%). Sektor jasa menyediakan lapangan kerja terbesar bagi para penduduk.
  • Kesejahteraan Tenaga Kerja (UMK): Pemerintah secara rutin menaikkan Upah Minimum Kota (UMK) Semarang. Untuk tahun 2026, Pemerintah menetapkan UMK sebesar Rp 3.701.709,00, atau menaikkan standar upah tersebut sebesar 7,15% dari tahun sebelumnya.